Sejarah
Program Studi Agroteknologi (disingkat Prodi Agrotek) yang didirikan pada bulan Agustus 2009 merupakan program studi yang terbentuk dari hasil merger dari tiga program studi, yaitu Agronomi, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Program studi ini terbentuk sesuai dengan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nomor 163/DIKTI/Kep/2007 tanggal 29 November 2007 tentang Penataan dan Kodifikasi Program Studi pada Perguruan Tinggi yang merampingkan beberapa program studi yang ada di Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan. Surat keputusan ini mengatur nama-nama program studi pada perguruan tinggi harus menyesuaikan nama program studinya. Program studi yang sebelumnya bernama Agronomi, Hortikultura, Pemuliaan Tanaman, Arsitektur Lanskap, Budidaya Pertanian, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tanaman disesuaikan dengan nama program studi baru menjadi Agroteknologi/Agroekoteknologi.
Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 163/DIKTI/Kep/2007 tersebut, maka Universitas Hasanuddin mulai menerapkan keputusan tersebut dengan membentuk Program Studi Agroteknologi dengan menggabungkan tiga program studi yang ada sebelumnya, yaitu Budidaya Pertanian, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Program Studi Agroteknologi dikelola oleh tiga departemen, yaitu Budidaya Pertanian, Ilmu Tanah, dan Hama dan Penyakit Tumbuhan. Program studi ini mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2009/2010.
Program Studi Agroteknologi saat ini dikelola oleh Departemen Budidaya Pertanian sesuai Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor 02162/UN4.1/KEP/2023 tanggal 1 Maret 2023 tentang Pengalihan Pengelolaan Program Studi Sarjana (S1) Agroteknologi ke Departemen Budidaya Pertanian. Pengalihan pengelolaan ini terjadi karena aktifnya kembali Program Studi Ilmu Tanah dan Program Studi Proteksi Tanaman. Sejak tahun 2021, kedua program studi tersebut yang awalnya bagian dari Program Studi Agroteknologi terbentuk menjadi program studi baru pada Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.